hai teman-teman :)
pada kesempatan ini, saya akan berbagi materi fisika tentang "kinematika" ..semoga bermanfaat :)
Kinematika
Ø Gerak
Lurus Beraturan (GLB)
KINEMATIKA adalah
Ilmu gerak yang membicarakan gerak suatu benda tanpa memandang gaya yang
bekerja pada benda tersebut (massa benda diabaikan). Jadi jarak yang ditempuh
benda selama geraknya hanya ditentukan oleh kecepatan v dan atau percepatan a.
Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan
kocepatan v tetap (percepatan a = 0), sehingga jarakyang ditempuh S hanya ditentukan oleh kecepatan yang
tetap dalam waktu tertentu.
Pada umumaya GLB didasari oleh Hukum
Newton I ( S F = 0 ).
|
S = X = v . t ; a =
Dv/Dt = dv/dt = 0
|
|
v = DS/Dt = ds/dt =
tetap
|
Tanda D (selisih) menyatakan
nilai rata-rata. Tanda d (diferensial) menyatakan nilai sesaat.
Ø Gerak
Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Gerak
Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan
kecepatan v yang berubah setiap saat karena adanya percepatan yang tetap.
Dengan kata lain benda yang melakukan gerak dari keadaan diam atau mulai dengan
kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan (a= +) atau
perlambatan (a= -).
Pada umumnya GLBB didasari oleh Hukum
Newton II ( S
F = m . a ).
|
vt = v0 +
a.t
vt2 = v02
+ 2 a S
S = v0 t + 1/2 a t2
|
vt = kecepatan sesaat benda
v0 = kecepatan awal benda
S = jarak yang ditempuh benda
f(t) = fungsi dari waktu t
v0 = kecepatan awal benda
S = jarak yang ditempuh benda
f(t) = fungsi dari waktu t
|
v = ds/dt = f (t)
a = dv/dt = tetap
|
Syarat
: Jika dua benda bergerak dan saling bertemu maka jarak yang ditempuh kedua
benda adalah sama.
Ø Grafik
gerak benda
Grafik gerak benda (GLB dan GLBB) pada
umumnya terbagi dua, yaitu S-t dan grafik v-t. Pemahaman grafik ini penting untuk
memudahkan penyelesaian soal. Khusus untuk grafik v-t maka jarak yang
ditempuh benda dapat dihitung dengan cara menghitung luas dibawah kurva
grafik tersebut.
|
GERAK
JATUH BEBAS :
|
adalah
gerak jatuh benda pada arah vertikal dari ketinggian h tertentu tanpa
kecepatan awal (v0 = 0), jadi gerak benda hanya dipengaruhi oleh
gravitasi bumi g.
|
|
y = h = 1/2 gt2
t = Ö(2 h/g) yt = g t = Ö(2 g h) |
g
= percepatan gravitasi bumi.
y = h = lintasan yang ditempuh benda pada arah vertikal,(diukur dari posisi benda mula-mula).
t = waktu yang dibutuhkan benda untuk menempuh lintasannya.
y = h = lintasan yang ditempuh benda pada arah vertikal,(diukur dari posisi benda mula-mula).
t = waktu yang dibutuhkan benda untuk menempuh lintasannya.
|
GERAK
VERTIKAL KE ATAS :
|
adalah
gerak benda yang dilempar dengan suatu kecepatan awal v0 pada arah
vertikal, sehingga a = -g (melawan arah gravitasi).
|
syarat suatu benda mencapai tinggi
maksimum (h maks): Vt = 0
Dalam penyelesaian soal gerak vertikal
keatas, lebih mudah diselesaikan dengan menganggap
posisi di tanah adalah untuk Y = 0.
Contoh:
1. Sebuah partikel bergerak sepanjang
sumbu-X dengan persamaan lintasannya: X = 5t2 + 1, dengan X dalam
meter dan t dalam detik. Tentukan:
a. Kecepatan rata-rata antara t = 2
detik dan t = 3 detik.
b. Kecepatan pada saat t = 2 detik.
c. Jarak yang ditempah dalam 10 detik.
d. Percepatan rata-rata antara t = 2 detik dan t = 3 detik.
b. Kecepatan pada saat t = 2 detik.
c. Jarak yang ditempah dalam 10 detik.
d. Percepatan rata-rata antara t = 2 detik dan t = 3 detik.
Jawab:
a. v rata-rata = DX / Dt =
(X3 - X2) / (t3 - t2) = [(5 . 9 +
1) - (5 . 4 + 1)] / [3 - 2] = 46 - 21 = 25 m/ detik
b. v2 = dx/dt |t=2
= 10 |t=2 = 20 m/detik.
c. X10 = ( 5 . 100 + 1 ) =
501 m ; X0 = 1 m
Jarak yang ditempuh dalam 10 detik = X10
- X0 = 501 - 1 = 500 m
d. a rata-rata = Dv / Dt =
(v3- v2)/(t3 - t2) = (10 . 3 - 10 .
2)/(3 - 2) = 10 m/det2
2. Jarak PQ = 144 m. Benda B bergerak
dari titik Q ke P dengan percepatan 2 m/s2 dan kecepatan awal 10
m/s. Benda A bergerak 2 detik kemudian dari titik P ke Q dengan percepatan 6
m/s2 tanpa kecepatan awal. Benda A dan B akan bertemu pada jarak
berapa ?
Jawab:
Karena benda A bergerak 2 detik
kemudian setelah benda B maka tB = tA + 2
SA = v0.tA
+ 1/2 a.tA2 = 0 + 3 tA2
SB = v0.tB + 1/2 a.tB2 = 10 (tA + 2) + (tA + 2)2
SB = v0.tB + 1/2 a.tB2 = 10 (tA + 2) + (tA + 2)2
Misalkan kedua benda bertemu di titik R
maka
SA + SB = PQ = 144 m
3tA2 + 10 (tA + 2) + (tA + 2)2 = 144
2tA2 + 7tA - 60 = 0
SA + SB = PQ = 144 m
3tA2 + 10 (tA + 2) + (tA + 2)2 = 144
2tA2 + 7tA - 60 = 0
Jadi kedua benda akan bertemu pada
jarak SA = 3tA2 = 48 m (dari titik P).
3. Grafik di bawah menghubungkan
kocepatan V dan waktu t dari dua mobil A dan B, pada lintasan dan arah sama.
Jika tg a = 0.5 m/det, hitunglah:
a. Waktu yang dibutuhkan pada saat kecepatan kedua mobil sama.
b. Jarak yang ditempuh pada waktu menyusul
a. Waktu yang dibutuhkan pada saat kecepatan kedua mobil sama.
b. Jarak yang ditempuh pada waktu menyusul
Jawab:
Dari grafik terlihat jenis gerak benda
A dan B adalah GLBB dengan V0(A) = 30 m/det dan V0(B) =
0.
a. Percepatan kedua benda dapat
dihitung dari gradien garisnya,
jadi : aA = tg a = 0.5
10/t = 0.5 ® t = 20 det
10/t = 0.5 ® t = 20 det
aB = tg b = 40/20 = 2 m/det
b. Jarak yang ditempuh benda
SA = V0 t + 1/2
at2 = 30t + 1/4t2
SB = V0 t + 1/2
at2 = 0 + t2
pada saat menyusul/bertemu : SA
= SB ® 30t + 1/4 t2 = t2 ® t = 40 det
Jadi jarak yang ditempuh pada saat
menyusul : SA = SB = 1/2 . 2 . 402 = 1600
meter
Ø Gerak berbentuk
parabola
Gerak ini terdiri dari dua jenis,
yaitu:
1. Gerak Setengah Parabola
Benda yang dilempar mendatar dari suatu
ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua macam gerak, yaitu :
|
a.
|
Gerak
pada arah sumbu X (GLB) vx = v0
Sx = X = vx t |
|
|
b.
|
Gerak
pada arah sumbu Y (GJB/GLBB) vy = 0
]® Jatuh bebas y = 1/2 g t2 |
2. Gerak Parabola/Peluru
Benda yang dilempar ke atas dengan
sudut tertentu, juga tersusun atas dua macam gerak dimana lintasan
dan kecepatan benda harus diuraikan pada arah X dan Y.
dan kecepatan benda harus diuraikan pada arah X dan Y.
|
a.
|
Arah
sb-X (GLB) v0x = v0 cos q
(tetap)
X = v0x t = v0 cos q.t |
|
|
b.
|
Arah
sb-Y (GLBB)v0y = v0 sin q
Y = voy t - 1/2 g t2 = v0 sin q . t - 1/2 g t2 vy = v0 sin q - g t |
Syarat
mencapai titik P (titik tertinggi): vy =
top
= v0 sin q / g
sehingga
top
= tpq
toq = 2 top
toq = 2 top
OQ
= v0x tQ = V02 sin 2q / g
h
max = v oy tp - 1/2 gtp2
= V02 sin2 q / 2g
vt
= Ö (vx)2 + (vy)2
Contoh:
1.
Sebuah benda dijatuhkan dari pesawat terbang yang sedang melaju horisontal 720
km/jam dari ketinggian 490 meter. Hitunglah jarak jatuhnya benda pada arah
horisontal ! (g = 9.8 m/det2). Jawab:
|
vx
= 720 km/jam = 200 m/det.
h = 1/2 gt2 ® 490 = 1/2 . 9.8 . t2 t = 100 = 10 detik X = vx . t = 200.10 = 2000 meter |
|
2.
Peluru A dan peluru B ditembakkan dari senapan yang sama dengan sudut elevasi
yang berbeda; peluru A dengan 30o dan peluru B dengan sudut 60o.
Berapakah perbandingan tinggi maksimum yang dicapai peluru A dan peluru B?
Jawab:
Peluru
A:
hA
= V02 sin2 30o / 2g = V02
1/4 /2g = V02 / 8g
Peluru
B:
hB
= V02 sin2 60o / 2g = V02
3/4 /2g = 3 V02 / 8g
hA
= hB = V02/8g : 3 V02 /
8g = 1 : 3
sekian ...terimakasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar